Jumat, 27 Januari 2012

SUDAH SELESAI !!


Ibrani 9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Pada zaman lampau, terdapat satu perguruan kungfu yang sangat terkenal di seluruh dunia. Pendirinya adalah seorang guru yang dikenal bijaksana dan terutama kungfunya yang sangat hebat sehingga tak ada satu pun pendekar yang bisa mengalahkannya. Tetapi sang guru tidak menghendaki permusuhan apalagi perkelahian, itulah sebabnya sang guru disegani oleh para pendekar-pendekar ilmu putih maupun ilmu hitam.

Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, namun sang guru belum mendapatkan murid yang tepat untuk mewarisi kehebatan kungfunya. Sang guru mulai khawatir, karena usianya sudah semakin tua, sehingga sang guru mengumpulkan semua murid-muridnya yang jumlahnya ratusan.
Lalu sang guru membuat sayembara khusus untuk para murid-muridnya. Sayembara ini memakan waktu sebulan karena jumlah murid yang cukup banyak. Namun dari hasil akhir pertandingan ada tiga jumlah murid yang tak terkalahkan karena kungfu ketiga-tiganya seimbang. Sang guru bingung dan memikirkan cara lagi untuk menyeleksi ketiga murid tersebut, sebab dari ketiga murid, hanya satulah yang bisa menjadi pewaris dari pada kungfu dan kebijaksanaan dari sang guru.

Setelah berhari-hari berpikir akhirnya sang guru menemukan cara yang tepat. Dipanggilah ketiga murid tersebut secara bergiliran sesuai usia mereka :

“Murid pertama, apa yang akan engkau lakukan supaya engkau memiliki kungfu yang tak tertandingi?” Tanya sang guru

“saya akan berlatih kungfu setiap hari, bahkan waktu liburku akan saya gunakan untuk berlatih kungfu, dan saya akan menambahkan jam latihan saya hingga lima belas jam perhari secara konsisten” jawab murid pertama

Sang guru menatapnya dengan tangan yang mengelus-elus lembur janggutnya lalu berkata: “Bagus, kau sangat bersemangat. Keluarlah”
Lalu masuklah murid kedua dan bertanyalah sang guru:
“Murid kedua apa yang akan kamu lakukan supaya kamu memiliki kungfu yang tak terkalahkan oleh pendekar-pendakar yang lain?” sang guru bertanya dengan pertanyaan yang sama

“Guru yang mulia, ijinkanlah saya menjawab?”
Sang guru tersenyum dan mengangguk sebagai isyarat untuk mengiyakan permintaan  murid kedua
“Guru yang mulia, untuk menjadi petarung yang tak terkalahkan, saya akan belajar kungfu tanpa kenal lelah, bersemedi di tempat-tempat suci dan kalau perlu saya akan mengembara di seantero jagad raya ini untuk belajar kungfu dari para pendekar-pendekar hebat lainnya” jawab sang murid kedua.

“sang guru menundukkan kepalanya dan diam untuk beberapa saat. Lalu mengangkat kembali kepalanya bersamaan dengan senyuman khas yang terukir alami diwajahnya lalu berkata. “Murid kedua engkau sangat disiplin dan memiliki niat belajar yang tinggi, lanjutkan perjalananmu, mudah-mudahan engkau menggapai semua impianmu”

Lalu masuklah Murid yang terakhir yaitu murid yang ketiga. Sang guru berdiri dan mendekati muridnya yang berlutut tepat dihadapannya. Sang guru menepuk kecil pundak muridnya dan menarik nafas  panjang lalu menghembuskannya kembali lewat hidungnya juga lalu mulai berbicara.
“murid ketiga, engkau  paling muda dari kedua muridku yang telah memiliki kungfu yang paling hebat diantara ratusan muridku yang lain. Sekarang usiaku telah lanjut, aku pun sudah tidak muda lagi, kematian rasanya begitu dekat denganku, namun sebelum aku mati, aku ingin bertanya padamu. Apakah yang akan engkau lakukan supaya engkau memiliki kungfu yang tidak terkalahkan?” Tanya sang guru

Dengan posisi yang tetap berlutut, murid ketiga memandang gurunya dengan pandangannya yang ragu, lalu menjawab pertanyaan sang guru. “Guru saya tahu Guru adalah pendekar satu-satunya yang memiliki kungfu yang tidak tertandingi oleh pendekar-pendekar yang lain, sehingga guru sangat disegani di semua perguruan kungfu. Semua pendekar yang tua sampai yang muda sangat mengangumi engkau. Mendengar namamu saja pendekar-pendekar ilmu hitam menjadi gemetar dan ketakutan. Bukan saja kungfumu guru, melainkan karena kebijaksanaanmu, itulah juga sebabnya para pendekar diseluruh dunia berziara di perguruan ini hanya untuk mendengar guru berbicara, bahkan bukan itu saja, malahan raja-raja diseluruh dunia datang ke tempat ini hanya untuk bertemu denganmu guru.”

Sang guru kembali duduk lalu bertanya. “Lalu apa yang akan engkau lakukan supaya bisa memiliki kungfu yang hebat?” sang guru mengulangi pertanyaannya

Murid ketiga memandang sang guru, kali ini pandangannya berbeda, tatapannya seperti seorang anak memandang ayahnya. “Guru, saya takkan melakukan apa-apa!” jawab sang murid.
Sang guru mengerutkan dahinya dan bertanya sekali lagi. “lalu? Kalau kamu tidak melakukan apapun, bagaimana mungkin kamu bisa menjadi hebat?”

“Iya guru, saya tidak akan melakukan apapun, atau mencari kepada siapapun. Mungkin jawabanku terdengar aneh dan agak sombong, seolah-olah saya yang terhebat. Tetapi bukan itu maksud saya. Untuk menjadi seorang pendekar yang tak terkalahkan ada banyak orang mencarinya kemana-mana bahkan mengembara kemana saja hanya untuk mendapatkan hal tersebut, ada pula yang bersemedi di gua-gua terlarang bahkan ada juga yang sampai tidak makan selama berbulan-bulan, hanya untuk satu hal, supaya mereka menjadi sakti. Akan tetapi itu tidak akan saya lakukan.”

Sang guru mulai penasaran dan menatap muridnya serius. Muridnya melanjutkan jawabannya. Guru seperti apa yang saya katakan tadi, bahwa semua kehebatan dan kebijaksanaan yang dicari-cari oleh para pendekar-pendekar dan raja-raja di dunia ini tidak ada diluar sana, semua hal itu ada pada guru. Itulah sebabnya saya tak perlu mencari lagi atau melakukan sesuatu supaya saya memilikinya. Guru pernah berkata kepada kami bahwa siapa yang meminta akan mendapatkannya, bahkan guru pun pernah memberikan ilustrasi yang menurut saya sangat menarik. Perkataan guru seperti ini : bapa  manakah diantara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepadanya itu ganti ikan? Atau jika ia minta telur, akan memberikannya kalajengking? Dan buat saya guru melebihi pelatih kungfu saya, guru adalah bapa saya.
Mendengar semua perkataan murid itu, sang guru  menjadi begitu terharu, lalu sang guru pun berdiri dan sedikit berlari dia mendekati muridnya, lalu memegang kedua tangannya dan membantu muridnya berdiri, seketika itu juga sang guru memeluk muridnya. Muridnya pun ikut memeluk dengan erat  gurunya. Lalu sang guru berkata, nak engkau sangat mengenalku, bahkan engkau mengerti setiap perkataanku, saat ini juga telah kuputuskan bahwa engkaulah yang akan menerima semua apa yang aku miliki dan apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga. Ingatlah nak, semua hal itu telah kuberikan padamu saat ini juga.
Lalu setahun kemudian matilah sang guru, namun kehebatan, kebijaksanaan bahkan semua miliki dari pada sang guru diberikan kepada murid ketiga.


Cerita ini hanyalah sebuah ilustrasi yang disampaikan Tuhan kepada saya. saya masih ingat jelas bagaimana  Tuhan mengambarkan ceritanya sehingga menjadi begitu hidup. Tahun-tahun yang lalu saya mengalami pergumulan yang begitu besar, saya terus saja berusaha untuk menjadi orang benar, kudus, dan suci dihadapan Tuhan. Saya berpuasa, berdoa, dan membaca alkitab hanya untuk menjadi lebih benar, lebih kudus, dan supaya bisa dipakai Tuhan. Akan tetapi saya menjadi begitu lelah dengan semua upaya-upaya saya.

Lalu saya sadar bahwa sampai kapanpun saya takkan bisa mencapainya. Saya pun semakin frustasi, tertekan, dan bahkan putus asa. Tetapi syukur kepada Tuhan karena kebenaranNya memerdekakan saya dan kebenaranNya adalah semua yang saya upayakan sudah menjadi bagian dari hidup saya sepenuhnya. bukan karena perbuatan melainkan kasih karunia.

1korintus 6 : 11

Dan beberapa orang diantara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu “telah” memeberi dirimu disucikan, kamu “telah” dikuduskan, kamu “telah” dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Dari ayat ini saya menemukan kebenaran bahwa saya telah disucikan, telah dikuduskan, dan telah dibenarkan di dalam Kristus, sekali untuk selamanya. Bahkan saya telah lunas dibayar.
Sebelum memahami hal ini banyak orang seperti murid yang pertama dan murid yang kedua. Mereka selalu berpikir bahwa dengan berdoa lebih tekun, membaca firman secara konsisten dan berpuasa lebih rajin akan menjadikan mereka lebih benar, lebih kudus, dan layak dihadapan Tuhan. Semua upaya dikerakan hanya untuk satu hal, mencari perkenanan Tuhan.
Kabar baiknya, Kristus telah mengerjakan semua itu lewat kematian-Nya di kayu salib. Ucapan’Nya sudah selesai diambil dari bahasa yunani, tetelestai, telos yang artinya bukan sekedar selesai. Tetapi tergenapi, tercapai.

Semua usaha, kerja keras, upaya bahkan perjuangan kita, telah diselesaikan’Nya dua ribu tahun yang lalu. Kita  pun diajak untuk masuk di dalam perhentian-Nya, seperti yang tertulis pada kitab ibrani 4 : 10-11, silakan  dibaca.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah, berhentilah berusaha mencari pembenaran, pengudusan, dan penyucian diri dengan metode-metode agama, semua hal itu kelihatannya rohani, namun kebenarannya hal itu tidak lebih dari pada ritual-ritual agamawi. Bukan berarti berdoa, berpuasa dan membaca alkitab itu salah. Ketiga hal ini tak pernah saya tinggalkan, namun saya mengerjakannya bukan lagi dengan sebuah motivasi agar menjadi lebih rohani, melainkan sebagai bentuk ucapan syukur atas apa yang telah dikerjakan Kristus di kalvari.


Doa saya :
Ayah biar Engkau menyingkapkan kekayaan akan kasih karuniaMu yang begitu melimpah dan memberikan pengertian yang benar akan pengorbananMu di kayu salib.


Imanuel.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar