Selasa, 31 Januari 2012

GOOD NEWS


Yeremia 29 : 11
Sebab  Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Sobat, semua kita pasti tahu apa yang telah terjadi di bangsa ini, juga di beberapa negara lainnya. Belum juga selesai masalah yang satu di bangsa ini, kita sudah dikejutkan lagi dengan masalah yang baru. Semua media ramai membahasnya bak pedagang di pasar tradisional yang menawarkan barang dagangannya, entah lewat surat kabar, di semua station tv swasta di bangsa ini dan juga lewat internet. Padahal kita masih berada di awal tahun 2012.

Misalnya saja beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan temuan dua sosok mayat yang sudah tidak punya kepala yang ditemukan di perairan bunaken, belum lagi seorang wanita PNS yang diperkosa dan dibunuh oleh satpol PP, ada juga kabar di mana beberapa orang meninggal dunia lantaran angin puting beliung dan semua permasalahan yang tak pernah selesai dibahas oleh handai taulan di negri ini.
Kita mungkin sudah lelah dengan semua berita buruk yang saat ini mendominasi di seantero bumi ini. Tetapi tahukah sobat bahwa semua kabar jelek yang kita dengar tidak mungkin mempengaruhi sikap hati kita jika kita menyadari siapa yang tinggal di dalam hati kita.

Saya ingin bercerita sedikit, kemarin tepatnya hari senin pagi sesuai rutinitas saya yang kurang lebih sudah dua tahun ini saya lakukan, saya pulang ke kampung untuk berkujung kepada  mama dan adik saya yang saat ini masih bersekolah di salah satu sekolah menengah yang ada di kecamatan, tempatnya kira-kira 8 KM dari kampung saya. Beberapa saat setelah saya sampai di kampung pagi itu, saya langsung nyalakan tv dan mencari-cari acara tv yang menghibur tentunya. Tetapi, karena sebagian besar chanel tv tersebut reklame, saya memutuskan untuk menonton berita saat itu. Jujur saja, saya cape karena hampir satu jam saya nonton berita saat itu isi beritanya hanyalah kabar-kabar yang memilukan hati saya. Dari kasusnya Afriani yang karena  mengkonsumsi shabu sampai mabuk akibatnya nyawa Sembilan orang pejalan kaki melayang, belum lagi seorang anak kandung perempuan yang membunuh ibu kandungnya sendiri lantaran stress ditinggal suami, lalu berita tentang seorang lelaki paruh baya yang bunuh diri melompat dari lantai tujuh gedung parkiran yang ada di Jakarta. Sungguh semua berita ini memilukan hati saya. Entah marah atau apalah perasaan yang saya rasakan saat itu, namun saya benar-benar sedih menyaksikannya.

Tetapi saat itu juga dalam keadaan hati saya yang  kacau, Roh kudus berbicara lembut di hati saya seperti ini : “Nak, mengapa semua berita buruk itu mempengaruhi kamu, bukankah Yesus telah tinggal di hatimu?”

Seketika itu juga saya sadar bahwa saya sudah melakukan kesalahan besar. Maksud saya, seharusnya disaat Kristus tinggal di dalam hati saya, semua hal yang sifatnya dari luar tidak akan mempengaruhi sikap hati saya saat itu, sebab Kristus berdiam di hati saya, dengan kata lain damai sejahtera, sukacita, penghiburan dan pertolongan kekal berdiam juga secara permanen di hidup saya.
Walaupun semua hal ini kelihatannya teoritis yang agak sulit diaplikasikan. Namun apa yang saya katakan adalah kebenaran. Paulus juga pernah berkata “bersukacitalah dalam segala hal, sekali lagi kukatakan bersukacitalah”. Paulus dalam perkataannya tidak lagi memaksa jemaat untuk bersukacita secara terpaksa, sebab Paulus memahami kebenaran ini bahwa Kristus ada di dalam kamu, oleh sebab itu kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk merasa damai dan sukacita. Rasa damai atau hati yang bersukacita tidak bisa diwujudkan secara terpaksa, hal ini secara alami mengalir keluar seperti mata air.

Tidak ada cara apapun untuk mengalami kedamaian. Walaupun beberapa motivator dan penulis buku menyampaikan beberapa metode atau tips untuk bahagia, tetapi hal itu hanyalah kesia-siaan menurut saya. Bahkan membuat kita menjadi tambah bingung dan depresi. Kristulah yang membuat kita mengalami kedamaian sejati.

Sobat, kabar baiknya Kristus yang besar itu memilih tinggal di hati kecil kita. PenyertaanNya bukan lagi Dia berjalan di samping kita atau di depan kita. PenyertaanNya adalah Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia.

Saya punya tiga kabar baik saat ini sebelum mengakhiri tulisan ini :

1.      Tuhan itu baik
2.      Dia selalu baik
3.      Selamanya Dia baik


Doa saya :
“Ayah terus ajari kami supaya kami mengerti kebaikanMu yang begitu besar dalam hidup kami”


IMANUEL


Tidak ada komentar:

Posting Komentar