Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa
yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yang penuh harapan.
Sobat, semua
kita pasti tahu apa yang telah terjadi di bangsa ini, juga di beberapa negara
lainnya. Belum juga selesai masalah yang satu di bangsa ini, kita sudah
dikejutkan lagi dengan masalah yang baru. Semua media ramai membahasnya bak
pedagang di pasar tradisional yang menawarkan barang dagangannya, entah lewat
surat kabar, di semua station tv swasta di bangsa ini dan juga lewat internet.
Padahal kita masih berada di awal tahun 2012.
Misalnya
saja beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan temuan dua sosok mayat
yang sudah tidak punya kepala yang ditemukan di perairan bunaken, belum lagi
seorang wanita PNS yang diperkosa dan dibunuh oleh satpol PP, ada juga kabar di
mana beberapa orang meninggal dunia lantaran angin puting beliung dan semua
permasalahan yang tak pernah selesai dibahas oleh handai taulan di negri ini.
Kita mungkin
sudah lelah dengan semua berita buruk yang saat ini mendominasi di seantero bumi
ini. Tetapi tahukah sobat bahwa semua kabar jelek yang kita dengar tidak
mungkin mempengaruhi sikap hati kita jika kita menyadari siapa yang tinggal di dalam hati
kita.
Saya ingin
bercerita sedikit, kemarin tepatnya hari senin pagi sesuai rutinitas saya yang
kurang lebih sudah dua tahun ini saya lakukan, saya pulang ke kampung untuk
berkujung kepada mama dan adik saya yang
saat ini masih bersekolah di salah satu sekolah menengah yang ada di kecamatan,
tempatnya kira-kira 8 KM dari kampung saya. Beberapa saat setelah saya sampai
di kampung pagi itu, saya langsung nyalakan tv dan mencari-cari acara tv yang
menghibur tentunya. Tetapi, karena sebagian besar chanel tv tersebut reklame,
saya memutuskan untuk menonton berita saat itu. Jujur saja, saya cape karena
hampir satu jam saya nonton berita saat itu isi beritanya hanyalah kabar-kabar
yang memilukan hati saya. Dari kasusnya Afriani yang karena mengkonsumsi shabu sampai mabuk akibatnya nyawa
Sembilan orang pejalan kaki melayang, belum lagi seorang anak kandung perempuan
yang membunuh ibu kandungnya sendiri lantaran stress ditinggal suami, lalu
berita tentang seorang lelaki paruh baya yang bunuh diri melompat dari lantai
tujuh gedung parkiran yang ada di Jakarta. Sungguh semua berita ini memilukan
hati saya. Entah marah atau apalah perasaan yang saya rasakan saat itu, namun
saya benar-benar sedih menyaksikannya.
Tetapi
saat itu juga dalam keadaan hati saya yang kacau, Roh kudus berbicara lembut di hati saya
seperti ini : “Nak, mengapa semua berita buruk itu mempengaruhi kamu, bukankah
Yesus telah tinggal di hatimu?”
Seketika
itu juga saya sadar bahwa saya sudah melakukan kesalahan besar. Maksud saya,
seharusnya disaat Kristus tinggal di dalam hati saya, semua hal yang
sifatnya dari luar tidak akan mempengaruhi sikap hati saya saat itu, sebab
Kristus berdiam di hati saya, dengan kata lain damai sejahtera, sukacita,
penghiburan dan pertolongan kekal berdiam juga secara permanen di hidup saya.
Walaupun
semua hal ini kelihatannya teoritis yang agak sulit diaplikasikan. Namun apa
yang saya katakan adalah kebenaran. Paulus juga pernah berkata “bersukacitalah
dalam segala hal, sekali lagi kukatakan bersukacitalah”. Paulus dalam
perkataannya tidak lagi memaksa jemaat untuk bersukacita secara terpaksa, sebab
Paulus memahami kebenaran ini bahwa Kristus ada di dalam kamu, oleh sebab itu
kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk merasa damai dan sukacita. Rasa damai
atau hati yang bersukacita tidak bisa diwujudkan secara terpaksa, hal ini
secara alami mengalir keluar seperti mata air.
Tidak
ada cara apapun untuk mengalami kedamaian. Walaupun beberapa motivator dan
penulis buku menyampaikan beberapa metode atau tips untuk bahagia, tetapi hal
itu hanyalah kesia-siaan menurut saya. Bahkan membuat kita menjadi tambah
bingung dan depresi. Kristulah yang membuat kita mengalami kedamaian sejati.
Sobat, kabar baiknya Kristus yang
besar itu memilih tinggal di hati kecil kita. PenyertaanNya bukan lagi Dia
berjalan di samping kita atau di depan kita. PenyertaanNya adalah Dia di dalam
kita dan kita di dalam Dia.
Saya punya
tiga kabar baik saat ini sebelum mengakhiri tulisan ini :
1. Tuhan itu baik
2. Dia selalu baik
3. Selamanya Dia baik
Doa saya :
“Ayah terus ajari kami supaya kami mengerti kebaikanMu yang
begitu besar dalam hidup kami”
IMANUEL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar